He said "The Truth is still Truth"

Saturday, September 21, 2013

Berpikirlah Saat Kau Masih Kecil

Diposkan oleh Devie Safitri di 10:10 AM 0 komentar Link ke posting ini
Berpikirlah saat kau masih kecil.Saat masih kecil, semua hal itu mungkin.
Kau mengikat selembar kain di lehermu, lalu menjadi sang superman.
Kau mengambil sapu ibu mu, lalu menjadi sang penyihir.
Memanjat pohon, tanpa berpikir kau mungkin akan terjatuh.
Kau hanya memiliki ide, lalu mewujudkannya. 
Karena kau PERCAYA!
Kau dulu adalah orang yang KREATIF dengan KEPERCAYAAN yang kuat!
Sampai kau mulai dewasa.. sesuatu terlihat sedikit berbeda..

Monday, August 19, 2013

Kejar-kejaran

Diposkan oleh Devie Safitri di 2:21 AM 2 komentar Link ke posting ini
Oii yang disana yang lagi baca. How are you doing? Hehe
Gue cuma mau bernostalgia tentang memori lama. Ini cerita tentang gue, Fittri dan Widi.

SEMESTER LALU~

Saat itu udah selesai ulangan. Hari dimana boleh datang ke sekolah atau enggak. Tapi kebanyakan siswa pada masuk, sekalian tunggu pengumuman siapa yang belum kumpulin tugas*.
Fittri udah sampai duluan dikelas. Dia sms nyuruh gue datang lebih awal (kira* jam 7 lewat). Dia bilang udah masuk ada guru. Yaa.. gue panik lah! Langsung tancap gas!
Sampai disekolah clingak-clinguk, tempat parkiran banyak yang kosong (dalam hati: Fittri pasti ngerjain gue nih!) lalu menuju kelas..  *dibuka pintu*. Ternyata Cuma ada 3 orang -_- salah satunya Fittri lagi duduk dibangku, pas ngeliat gue, dia langsung nyengir lagi - -‘

Si Widi belum muncul juga, dimanakah si Doraemon?? Apa perlu aku meminta bantuan si Peta ._.

Wednesday, July 17, 2013

Problems on Noun

Diposkan oleh Devie Safitri di 8:09 AM 0 komentar Link ke posting ini

Noun tuh naon? Noun tuh kata benda. Beberapa jenis benda dapat dihitung jumlahnya, dan beberapa diantaranya gak bisa dihitung jumlahnya.
Benda yang dapat dihitung kita panggil “countable nouns”. Benda-benda yang gak bisa dihitung berarti “uncountable nouns” ya!
Uncountable nouns biasanya benda-benda yang tidak bisa diraba (beauty, dignity,etc), atau bisa diraba tapi sulit dicacahkan (water,fire,sugar, etc).
Yuk kita bahas satu persatu!!
·         Countable nouns
Bisa berbentuk singular (tunggal) maupun plural (jamak). Kita bisa nambahin satuan “a/an” dalam bentuk jamak “-s/-es” , itu semua tergantung jumlah bendanya ya. Missal:
“ I buy a book.”
“ I buy four books.”

Countable nouns bisa diberi kata sandang few/a few (sedikit), many (banyak) etc.
Missal:
“I have a few books.”
“There are a large number of students.”

COUMPOUND SENTENCES

Diposkan oleh Devie Safitri di 8:05 AM 0 komentar Link ke posting ini

Hello guys, umm kali ini saya pengin membahas coumpound sentences. Apaan tuh? Itu loh kalo misalnya kita punya dua kalimat dengan bagian yang sama trus digabungin jadi satu, namanya coumpund sentences. Terus digabunginnya pake apa? Ya pake kata sambung dong..! yuk yak yuk kita lihat contohnya!
·         Both..and..
Joko drinks juice. (kal.1)
Minah drinks juice. (kal.2)
Jadi, “Both Joko and Minah drinks juice.”

Dah paham belum? Kasih satu contoh lagi deehh.

I hate carrot. I hate tomato. (kalimat satu dan dua dipisah dgn titik)
Jadi , “I hate both carrot and tomato.”

So, arti dari keduanya, adalah :
-          Joko dan Minah minum jus.
-          Saya benci  wortel dan tomat.

Modals

Diposkan oleh Devie Safitri di 8:01 AM 0 komentar Link ke posting ini


Modals? Pernah denger “can, will, should etc.” pada suatu kalimat? Nah itulah modals, yaitu bagian dari kelompok kata kerja bantu (auxiliary verbs). Kata kerja setelah modals selalu berbentuk kata kerja asli (infinitive without to).
Modals tuh ada bermacam-macam fungsinya. Saya sebutin ya!
1.       Will digunakan untuk menyatakan permohonan atau keinginan yang akan dilakukan saat kini atau mendatang.
·         I will give you my book.
Saya akan memberikanmu buku ku.
·         Will you teach me how to cook?
Akan kah kau mengajariku cara memasak?

2.       Would adalah lampaunya ‘will’ jadi ‘would’ digunakan dalam kalimat past tense (lampau). Would menyatakan permohonan/ keinginan. Namun, bermakna lebih sopan dari ‘will’.
·         I would like to apologize for my mistakes.
Saya ingin meminta maaf atas kesalahan ku.
·         Would you bring me home?
Maukah kau membawa ku pulang?

3.       Can digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability), permohonan atau pun izin.
Contoh :

Sunday, May 12, 2013

Kelakuan Siswa SMA 2 Tolitoli yang Melecehkan Gerakan Sholat

Diposkan oleh Devie Safitri di 7:58 AM 0 komentar Link ke posting ini




Jakarta - Aksi joget lima siswi SMA 2 Tolitoli di youtube membuat geger. Penyebabnya mereka yang memakai seragam baju olahraga itu berjoget dengan sesekali menggunakan gerakan salat.

Pada hari sabtu tanggal 9 Maret 2013, sesuai dengan jadwal pembelajaran di SMA Negeri 2 Tolitoli jam 07.00 pagi masuk sekolah dan seluruh kegiatan PBM di sekolah berakhir pada pukul 12.15, namun karena menjelang palaksanaan UN, maka diberlakukan kebijakan untuk dilaksanakan kegiatan les bagi kelas calon peserta UN, pada hari itu jadwal les dilaksanakan pada pukul 15.00, interval waktu antara jam 12.15 dan 15.00, itulah dimanfaatkan oleh 5 orang siswi.

Wednesday, April 17, 2013

Two-Part (Phrasal) Verbs (Idioms)

Diposkan oleh Devie Safitri di 8:43 PM 0 komentar Link ke posting ini

Many verbs in English are followed by an adverb or a preposition (also called a particle), and these two-part verbs, also called phrasal verbs, are different from verbs with helpers. The particle that follows the verb changes the meaning of the phrasal verb in idiomatic ways:

drop off - decline gradually
The hill dropped off near the river

drop off(2) - fall asleep
While doing his homework, he dropped off.

drop off(3) - stop and give something to someone
Would you drop this off at the post office?

drop out - cease to participate
After two laps, the runner dropped out.

Some particles can be separated from the verb so that a noun or pronoun can be inserted, and some particles can't be separated from the verb

Wednesday, March 6, 2013

Relative Pronouns

Diposkan oleh Devie Safitri di 11:20 PM 0 komentar Link ke posting ini

The most common relative pronouns are who/whomwhoever/whomever, whose, that,and which. (Please note that in certain situations, "what," "when," and "where" can function as relative pronouns.) Relative pronouns introduce relative clauses, which are a type of dependent clause. Relative clauses modify a word, phrase, or idea in the main clause. The word, phrase, or idea modified is called the antecedent. In the following examples, that and whom modify the subject:
The house that Jack built is large.

The professorwhom I respect, recently received tenure.
The type of clause determines what kind of relative pronoun to use. Generally, there are two types of relative clauses: restrictive (defining) clause and non-restrictive (non-defining) clause. In both types of clauses, the relative pronoun can function as a subject, an object, or a possessive pronoun ("whose").

Relative pronouns in restrictive relative clauses

Relative pronouns that introduce a restrictive relative clause ARE NOT separated from the main clause by a comma. Restrictive relative clauses (also known as defining relative clauses) add essential information about the antecedent in the main clause. The information is crucial for understanding the sentence's meaning correctly and cannot be omitted. In other words, without the restrictive relative clause, the sentence does not make sense. 
The table below sums up the use of relative pronouns in restrictive relative clauses:
Function in
the sentence
Reference to
PeopleThings / conceptsPlaceTimeExplanation
Subjectwho, thatwhich, that
Object(that, who, whom)*(which, that)*wherewhenwhat/why
Possessivewhosewhose, of which

Examples

Sunday, March 3, 2013

Anak Soleh yang Mencintai Rasulullah

Diposkan oleh Devie Safitri di 10:05 PM 0 komentar Link ke posting ini

 
Cuiiit..cuiitt (suara burung pipit yang berbunyi setelah adzan subuh berkumandang). Seperti biasa aku menulusuri jalan ke masjid sendirian, sementara bapakku masih tertidur pulasndi kasur. Panggil saja aku Dafi seorang remaja laki-laki yang tinggal di Kampung Rambutan.
Sesampai di masjid, aku mengambil air wudhu. Disana aku bertemu Joko dan Bapaknya. Joko adalah teman dekat ku di SMP Tunas Jaya.
            “loh, Dafi bapakmu mana?” Tanya Joko sambil mengerutkan dahi.
Lantas aku teringat perkataan Bapak malam itu,
“Dafi, kalau ada yang nanyain kenapa bapak nggak ke masjid bilang saja kalau bapak ke masjid lain atau bilang saja bapak sedang sakit”.
Astagfirullah, rasanya malu namun biarpun seprti itu beliau adalah bapakku yang memberikan nafkah.

Teman yang Baik

Diposkan oleh Devie Safitri di 5:22 AM 3 komentar Link ke posting ini


Asalamualaikum , kataku hendak pergi ke sekolah pagi ini.
Ini hari pertama masuk sekolah setelah uas semester 1 .
Cuacanya cukup dingin dan sejuk aku berangkat kira-kira pukul 06.30 lalu nunggu angkot di jalan.Hal yg terasa aneh ketika aku membayangkan di pinggir jalan raya dgn sederet anak sekolah menunggu aangkot 02, kau tahu itu seolah kalian seperti kumpulan anak itik yang berbaris dan sayangnya aku masuk barisan itu .

Sekitar 20 menit kemudian, itu angkot tidak muncul kaca sepionnya (kalo manusia: itu org ga muncul batang hidungnya). Barulah di menit ke30 (udh kaya pertandingan bola aja) ada angkot 02 berisi bapak-bapak dan ibu-ibu entah mengapa aku merasa seperti hendak lanjut usia.
Aku tahu aku akan terlambat padahal ini hari pertama apalagi hari ini upacara itu karena sulit mendapat angkot 02 bila ada pasti penuh. Huffft -_-

Sunday, January 20, 2013

Hari menjengkelkan

Diposkan oleh Devie Safitri di 6:43 PM 7 komentar
  •    Woi assalamualaikum temen*!! Apa kabar? Liburan kemana nih? :)
Hari ini pada tanggal 30 Mei 2012. Dipagi yang cerah ini gua baru aja selesai sarapan. Hari ini gua ada janjian sama Mardiani mau ke sekolah, udah sms bawa raport pakai baju putih-biru meskipun ini hari Rabu (harusnya pakai baju pramuka). Dalam hati sih, gak apa lah ada barengannya ini. Nevermind..
                Udah rapi, akhirnya gua berangkat deh. “eeeeh ada apa tuh dijalanan??” , dalam hati gua. Kirain anak SMA gitu lagi konvoi kan udah kelulusan, tapi seharusnya udah dari kemarin kalau mau konvoi. Eh ternyata pas diliat dan lebih dekat dan lebiih deeekaat , TENG TERENG TERENG… Kumpulan kakek* lagi jogging. -_-v
tapi pemandangan yang keren juga sih tuh kakek* masih pada aktif. Yah terpaksa deh gua masuk rombongan kakek*, rasanya aneh deh kayak anak ilang. Tapi jangan remehin mereka, mashaallah.. tuh sepatunya keren banget ada yang mirip sepatu yang biasa JB pake dan lebih keren yg lainnya walupun ngak mirip tapi keren juga.heheh. (*0*)b  even they are better than Jb. :p

UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA

Diposkan oleh Devie Safitri di 5:50 PM 6 komentar


BAB III
UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA

A. Pengertian, Perkembangan, dan Macam-Macam Hak Asasi Manusia

1. Pengertian dan Macam-Macam HAM
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

 Ciri-ciri khusus

- hakiki, artinya HAM sudah ada sejak lahir
- Universal, HAM berlaku umum tanpa memandang status,suku bangsa, gender
- tidak dapat dicabut, HAM tidak dapat diserahkan pada pihak lain
- tidak dapat dibagi, semua orang mendapatkan semua
hak,baik politik,ekonomi, sosbud.


Macam-Macam HAM:

1. Hak asasi pribadi (personal rights)

 

I Will Fly Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos